Sabtu, 17 Maret 2012

Setiap Yang Aku Rasakan

Menatap tajam menunggu angin agar dapat aku lihat, ketika itu aku mencoba belajar sulitnya tersenyum diantara awan yang menangis. Ketika hujan menghilang, rerintikan nya tak ingin menunjukan kepada yang indah, saat itu pun mentari tak ingin datang untuk yg indah.

Bagai daun kecil yang menghiasimu untuk melengkapi yang ku sebut itu indah. Mencoba mengartikan indah, meski indahnya hanya nampak pada satu titik, tetap saja takdir menentukan gugur untuknya.
Layaknya aku seperti daun kecil di dalam hijaunya pohon yang tak pernah dapat menjadi tokoh utama dalam perjalanan indahmu, hanya sebagai daun yang indah pada satu titik lalu gugur ketika dahan tidak membutuhkan nya lagi.

Meresapi semua puisi hati yang telah lelah aku terjemahkan, mengucap dalam hati setiap bait kata - kata kelabu. Kemudian tatapan ini berubah sayu tak mengerti kenapa hati ini seperti hilang diantara hatimu. Membuat ku bingung, dan bertanya yang tak ku mengerti jawabannya. (?)

Hati yang lelah menjawab semua pertanyaan dalam fikir ku, seperti meledak.
Berhamburan seperti kembang api, meski cahayanya indah tetapi setiap luncuran nya membuang indahku untukmu.

Terkesan buruk aku untukmu, memandang aku seperti burung yang bersayap patah, kasihan tetapi malu untuk melakukan hal yang indah. Hati ini bukan seperti burung yang mengikuti awan hitam dan siap meneteskan setiap kesedihan untuk hati yang gembira, akupun tak ingin menjadi seekor burung indah untukmu, Aku hanya sesosok cahaya kecil di ujung jalan sana yang teracuhkan olehmu karna aku yang tak mampuh menampakan cahaya terang untukmu.

Menari dibalik jeruji besi, memandang aku berhadapan dengan bunga mawar yang berguguran. Meski menangis aku pun tetap berada di balik tempat sunyi ini, meneriaki apa yang tak aku mengerti, menangisi semua kehampaan.
Ketika tempat ini sudah tak ingin aku singgahi, hatiku dingin ini terselimuti oleh hangatnya helaian cintamu. Membuat aku ingin berlabuh selalu di tempat itu, hanya sedikit terbenak dalam hatiku bahwa tempat itu sudah usang untukku, meski terkadang fikirku jauh, ihklasku dapat berkata cinta dengan tulus.


Angan dan khayalku terpisah, fikiran ku melanglang entah ingin kemana semua yang aku fikirkan hanya indah dan indah, tetapi indah yang aku cari tak ingin bila aku cari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar